Jumat, 23 November 2018

FARMAKOFOR- RAPID (Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design)


Farmakofor adalah deskripsi abstrak dari fitur molekuler yang diperlukan untuk pengenalan molekuler ligan oleh makromolekul biologis. IUPAC mendefinisikan farmakofor sebagai "sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan target biologis spesifik dan untuk memicu (atau menghalangi) respons biologisnya". Model farmakofor menjelaskan bagaimana ligan struktural yang beragam dapat berikatan dengan situs reseptor yang umum. Selanjutnya, model farmakophore dapat digunakan untuk mengidentifikasi melalui desain de novo atau ligan novel skrining virtual yang akan mengikat reseptor yang sama.

ü Fungsi farmakofor:
1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
3. Untuk mengetahui komformasi aktif
4. Penting untuk desain Obat
5. Penting untuk menemukan obat baru.

Pengembangan model
            Proses pengembangan model farmakofor umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
- Pilih satu set ligan pelatihan - Pilihlah kumpulan molekul yang beragam secara struktural yang akan digunakan untuk mengembangkan model farmakofor. Sebagai model farmakofor harus dapat membedakan antara molekul dengan dan tanpa bioaktivitas, himpunan molekul harus mencakup senyawa aktif dan tidak aktif.
-Analisis konformasional - Buat satu set konformasi energi rendah yang cenderung mengandung konformasi bioaktif untuk masing-masing molekul yang dipilih.
-Superimposisi molekul - Superimpose ("fit") semua kombinasi konformasi energi rendah dari molekul. Kelompok fungsional serupa (bioisosterik) yang umum untuk semua molekul dalam himpunan dapat dipasang (mis., Cincin fenil atau gugus asam karboksilat). Himpunan konformasi (satu konformasi dari masing-masing molekul aktif) yang menghasilkan kecocokan terbaik dianggap sebagai konformasi aktif.
-Abstraksi - Transformasi molekul yang dilapiskan menjadi representasi abstrak. Sebagai contoh, cincin fenil yang dilapiskan dapat disebut secara lebih konseptual sebagai elemen 'batang aromatik' farmakofor. Demikian juga, gugus hidroksi dapat ditunjuk sebagai elemen farmakofor donor / akseptor hidrogen-ikatan.

- Validasi - Model farmakofor adalah hipotesis yang menghitung aktivitas biologis yang diamati dari sekumpulan molekul yang mengikat target biologis yang sama. Model ini hanya berlaku sejauh ia mampu menjelaskan perbedaan aktivitas biologis dari berbagai molekul.

RAPID: Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design

Ahli kimia dalam bidang komputasi yang bekerja di bidang desain obat berbasis struktur mempertimbangkan dua hal, yaitu bahan kimia dan sifat geometrik dari molekul yang berinteraksi ketika mengembangkan obat farmasi baru.
Asumsi yang mendasari adalah dimana aktivitas obat, atau aktivitas farmakophorik obat, diperoleh melalui pengenalan molekuler dan pengikatan satu molekul (ligan) ke kantong yang lain, biasanya lebih besar, seperti molekul (reseptor). Asumsi ini didukung oleh hasil eksperimen yang menunjukkan molekul dengankomplementaritas geometrik dan kimia dalam konformasi yang mengikatnya.
Ketika struktur tiga dimensi dari reseptor diketahui, maka dapat digunakanmetode docking  dengan mengeksploitasi kedua hal, yaitu geometrik dan informasi kimia yang tersedia. Namun, struktur geometris molekul relatif sedikit diperoleh melalui kristalografi sinar-X atau teknik NMR. Dalam upaya untuk perkembangan obat-obatan farmasi untuk reseptor yang strukturnya tidak diketahui, ahli kimia mulai dengan mengkoleksi ligan yang telah secara eksperimental ditemukan untuk berinteraksi dengan reseptor yang dianggap sesuai. Dengan memeriksa sifat-sifat kimia dan bentuk-bentuk yang mungkin dari ligan ini, mereka mencoba mengidentifikasi serangkaian fitur yang disematkan dan yang terkandung dalam beberapa konformasi aktif dari masing-masing (atau sebagian) dari ligan. Hal ini disebut farmakofora dan dianggap penting untuk obat yang diamat aktvitasnya. Fitur dari farmakofora berinteraksi dengan fitur dari reseptor, sedangkan sisa dari ligan akan bertindak sebagai perancah. Setelah farmakofora diisolasi, hasil yang didapatkan dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas obat farmasi dengan lebih baik.
RAPID adalah suatu pendekatan acak untuk menemukan invariant dalam satu set senyawa yang fleksibel dan berbeda secara kimia, yaitu ligan (molekul obat) yang mendasari sistem perangkat lunak terpadu yang  saat ini sedang dikembangkan. Dimana penggunaan metode RAPID akan menggambarkan upaya dalam membuat prototipe sistem perangkat lunak yang terintegrasi, yang disebut RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug design) untuk mengatasi identifikasi farmakofora pada desain pembuatan obat baru.
Sistem RAPID digunakan untuk mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan ligan kecil. Derajat kebebasan ligan termasuk panjang ikatan, sudut ikatan (sudut antara dua obligasi berturut-turut), dan sudut dihedral atau torsional (sudut yang dibentuk oleh pertama dan ketiga dari tiga ikatan berurutan, dilihat sepanjang sumbu ikatan kedua).
Dalam prakteknya, hanya derajat kebebasan torsional yang dipertimbangkan karena ini adalah bagian yang menunjukkan variasi besar dalam nilai-nilai ligan. Jadi, dapat diansumsikan bahwa setelah konformasi diberikan, seseorang dapat mengubahnya secara otomatis menjadi bentuj-bentuk baru yang dapat dibuat sesuai tujuan dan kehendak tertentu.
Jadi dapat dikatakan bahwa RAPID atau Randomized Pharmacophore Identification for Drug design merupakan suatu metode komputerisasi yang digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan.

REFERENCES
N. Hamzah, A. Najib, N.Thahir,dan  I. Misqawati.2015 Studi Farmakofor Reseptor COX-2 Sebagai Anti Inflamasi. Jurnal JF FIK UINAM Vol.2 No.3.
P.W. Finn., L.E. Kavraki., J.-C. Latombe., R. Motwani., C. Shelton., S. Venkatasubramanian., A. Yao. 1998.  RAPID: Randomized pharmacophore identification for drug design. Journal Of Computational Geometry. 10, 263-272.
Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking, and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci.12, 8713-8739.


 Pertanyaan :
 1. Bagaimana  cara menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat?
 2. Bagaimana cara menentukan farmakofor suatu obat ?
 3. apa fungsi utama farmakofor ?
 4. Bagaimana cara untuk melihat konformasi aktif dari suatu molekul ?


 5. Apakah obat yang memiliki mekanisme kerja yang sama juga memiliki identitas   farmakor yang sama ?



66 komentar:

  1. Hai liddini
    Apa kelebihan dari metode rapid ini untuk suatu penemuan senyawa obat baru?
    Terimakasih,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah kak ai sy akan mencoba mnjwb pertanyaan kakak:)
      1.Sanga tberguna dilakukan pada kondisi user tidak memahami kebutuhan kebutuhan apa saja yang digunakan pada proses pengembangan perangkat lunak.
      2. RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya ,tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object) sehingga pengembang tidak perlu membuat dariawal lagi dan waktu lebih singka tberkisar antara 60 hari­90 hari

      Hapus
  2. Assalamualaikum Hay liddini artikelnya sangat bermanfaat tapi saya mau tanya di dalam rapid kan terdapat juga docking molekular nah sebenarnya apa docking molekuler dan bagaimana prinsip kerjanya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah dyah sy akan mencoba menjawab jikalau salah tlong ditanggapi pada kolom komentar ini.
      docking merupakan salah satu metode yang dapat memprediksi interaksi antar molekul, dapat berupa protein termasuk enzim, DNA, karbohidrat, lemak terhadap substrat, tetapi lebih banyak yang mengeksplorasi terhadap enzim.[1] Hasil yang diharapkan adalah dapat memprediksi interaksi yang stabil dan bersifat spontan, dapat dilihat melalui derajat energi bebas yang semakin negatif.
      Mekanisme nya yaitu Mekanisme Sunting
      Untuk melakukan skrining, harus memiliki bentuk protein yang diinginkan. Untuk mendapatkan bentuk protein yang diinginkan, terdapat tiga teknik yaitu kristalografi yaitu proses untuk mendapatkan kristal protein lalu ditembakkan menggunakan sinar X pada suatu film, spektroskopi NMR yaitu melihat resonansi inti magnet yang direasikan dengan protein, dan mikroskop elektron.[6] Teknik ini masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan seperti jumlah sampel, keakuratan, dan sebagainya.[6] Saat ini telah ada pangkalan data protein yaitu RCSB yang lengkap, disimpan dalam ekstensi .pdb, beserta substrat protein tersebut.[7] Dua hal yang menunjang keberhasilan docking adalah algoritme yang digunakan dan fungsi penilaian.[6] Dalam mencari algoritme ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu fleksibilitas substrat, dan fleksibilitas reseptor.[6]

      Hapus
  3. Hai liddini. materi yang disampaikan mudah untuk dimengerti. terimakasih. informasinya sangat membantu

    BalasHapus
  4. hai lidini,sya mau bertnya kenapa rapid itu bisa digunakan dalam proses identifikasi farmakopor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak lea sy akan mencoba menjawab jikalau salah tolong dibetulkan di kolom komentar:)
      Karen Dari farmakofor suatu obat yang mana mekanisme kerja nya telah diketahui, merupakan dasar perancangan suatu obat. Misalnya, modifikasi dari struktur kimia tersebut sehingga menimbulkan efek terapeutik yang lebih besar dan efek samping yang minimal daripada obat sebelumnya.

      Hapus
  5. Hai liddini, saya ingin bertanya apakah ada metode lain untuk mendesain obat baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah hefiza sy akan mencoba menjawab metode lain yg dapat digunakan selain rapid ini adalah metode kimia komputasi yaitu Salah satu bidang yang banyak menggunakan aplikasi kimia komputasi berupa HKSA (Hubungan Kuantitatif Struktur–Aktivitas) atau QSAR (Quantitative Structure–Activity Relationship) adalah kimia medisinal. HKSA ini yang kemudian dapat membantu peneliti dalam mensintesis senyawa obat. Kimia komputasi dapat menghasilkan gambaran struktur melokul dalam berbagai model dan mempunyai aktifitas yang sama dengan penyamaan kuantum.

      Hapus
  6. Hai lid, tulisannya sangat bermanfaat. Mau nanya dong kalau kita mau tau farmakopor dari antasida gimana caranya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah karin sy akan mencoba menjawab, jika salah tlg dibenarkan.
      Dari antasida untuk mengetahui kandungan yg terdapat didalamnya dapat dilakukan dengan metode rapid ini.
      Dimana kita ketahui didalam antasida terkandung kombinasi-mgoh2-caco3-famotidin

      Hapus
  7. Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih
    Apa kelebihan metode rapid dia bandingkan dengan metode lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah kak ai sy akan mencoba mnjwb pertanyaan lexsa :)
      1.Sanga tberguna dilakukan pada kondisi user tidak memahami kebutuhan kebutuhan apa saja yang digunakan pada proses pengembangan perangkat lunak.
      2. RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya ,tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object) sehingga pengembang tidak perlu membuat dariawal lagi dan waktu lebih singka tberkisar antara 60 hari­90 hari

      Hapus
  8. Hay,pemaparan udah bagus bisa ditingkatkan lagi
    Mau nnya nih,untuk design obat dg metode farmakofor itu mekanismenya gimana ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah sy akan mencoba menjawab pertanyaan dri nest:)
      Mekanisme dari farmakofor suatu obat yang mana mekanisme kerja nya telah diketahui, merupakan dasar perancangan suatu obat. Misalnya, modifikasi dari struktur kimia tersebut sehingga menimbulkan efek terapeutik yang lebih besar dan efek samping yang minimal daripada obat sebelumnya.

      Hapus
  9. Haii liddini, terimakasih ya atas pemaparan materinya, sangat membantu saya dalam mempelajari materi tentang RAPID, kalau boleh tau dari yang telah di paparkan materinya, bagaimana sih kegunaan dari RAPID itu sendiri dalam sehari-hari?
    Sekian, tolong di jawab yaa:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah mega saya akan mencoba menjawab.
      Dalam kehidupan sehari hari rapid dapat digunakan untuk menganalisa senyawa suatu obat:)
      Semoga membantu

      Hapus
  10. Halo liddini
    Penjelasannya sangat membantu
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  11. Hallo liddini.
    Artikelnya sangat bermanfaat.
    Saya mau bertanya, selain metode RAPID apakah ada metode lain yang dapat digunakan untuk mendesign suatu obat?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah yustika sy akan mencoba menjawab metode lain yg dapat digunakan selain rapid ini adalah metode kimia komputasi yaitu Salah satu bidang yang banyak menggunakan aplikasi kimia komputasi berupa HKSA (Hubungan Kuantitatif Struktur–Aktivitas) atau QSAR (Quantitative Structure–Activity Relationship) adalah kimia medisinal. HKSA ini yang kemudian dapat membantu peneliti dalam mensintesis senyawa obat. Kimia komputasi dapat menghasilkan gambaran struktur melokul dalam berbagai model dan mempunyai aktifitas yang sama dengan penyamaan kuantum.

      Hapus
  12. Sangat bermanfaat Liddini, terimakasih

    BalasHapus

  13. Dek artikel sudah bagus.
    Tapi kk masih bingung apakah obat yg memiliki mekanisme kerja yang sama juga memiliki identitas farmkopor yg sama?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah kak sy akan mencoba menjawab pertanyaan kk
      mnrt saya jika farmakopor nya sama kemungkinan besar sama krg lebih mekanisme obatnya sama

      Hapus

  14. Dek artikel sudah bagus.
    Tapi kk masih bingung apakah obat yg memiliki mekanisme kerja yang sama juga memiliki identitas farmkopor yg sama?
    Terima kasih

    BalasHapus
  15. Baiklah kak sy akan mencoba menjawab pertanyaan kk
    mnrt saya jika farmakopor nya sama kemungkinan besar sama krg lebih mekanisme obatnya sama

    BalasHapus
  16. hay liddini, artikel anda menarik sekali :)

    BalasHapus
  17. Hallo Lid, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4.
    konformasi aktif di adopsi dari suatu obat ketika terikat dengan site target. Identifikasi konformasi aktif melalui farmakofor 3D. Disini konformasi yang diharapkan adalah konformasi yang stabil. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya untuk mendefinisikan posisi relatif ruang untuk mengetahui aktivitas suatu hidrogen

      Hapus
  18. Wah sudah bagus sekali kakak. Terus berkarya untuk menulis ^^9

    BalasHapus
  19. baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3:
    1. menentukan posisi 3D obat dengan target
    2. menentukan gugus penting dapat terikat dengan reseptor
    3. untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul
    4. penting sebagai dasar merancang obat
    5. penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
  20. Hallo Lid, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4.
    konformasi aktif di adopsi dari suatu obat ketika terikat dengan site target. Identifikasi konformasi aktif melalui farmakofor 3D. Disini konformasi yang diharapkan adalah konformasi yang stabil. terimakasih

    BalasHapus
  21. Hallo Lid, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4.
    konformasi aktif di adopsi dari suatu obat ketika terikat dengan site target. Identifikasi konformasi aktif melalui farmakofor 3D. Disini konformasi yang diharapkan adalah konformasi yang stabil. terimakasih

    BalasHapus
  22. hay lidini saya akan menjawab soal no 5. obat yang memiliki efek yang sma tentunya akan memiliki bentuk farmakopor yang berbeda dan mekanisme kerja yang berbeda . dimana setiap senyawa lead compund akan dturunkan dengan mennggantikam fungsi gugus untuk meningkatkan efektifitas darinsuatu obat.. dengan memgati gugus fungsi maka dapat di kombinasikan dengan molekul lain untuk menurunkan efektifitas obat dengan tetap mempertahankan efektifitas nya

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Fitri sebagaimana kita ketahui identifikasi farmakofor sangat membantu dalam menganalisa suatu gugus obat

      Hapus
  24. Fungsi Farmakofor :
    Mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    Untuk mengetahui konformasi aktif
    Penting untuk merancang atau mendesign obat
    Penting untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  25. Terimakasih Bella sudah membantu menjawab
    Jadi posisi 3 dimensi itu mksdnya bagaimana ya?

    BalasHapus
  26. hai lidini,sya mau bertnya kenapa rapid itu bisa digunakan dalam proses identifikasi farmakopor?

    BalasHapus
  27. Terimaksih liddini tirsa materinya sangat membantu dalam pembelajaran

    BalasHapus
  28. baiklah saya akan menjawab fungsi utama farmakofor yaitu
    1. menentukan posisi 3D obat dengan target
    2. menentukan gugus penting dapat terikat dengan reseptor
    3. untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul
    4. penting sebagai dasar merancang obat
    5. penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
  29. Haii lid, saya mau bantu jawab pertanyaan nomor 5 ya, menurut saya jika farmakopor nya sama kemungkinan besar sama krg lebih mekanisme obatnya sama, dan jika farmakofor nya sama ada kemungkinan aktivitas obat yang dimiliki sama tetapi keefektivannya biasanya berbeda.
    Sekian,,

    BalasHapus
  30. Terimakasih kak sudah membantu menjawab

    BalasHapus
  31. Hallo Lid, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4.
    konformasi aktif di adopsi dari suatu obat ketika terikat dengan site target. Identifikasi konformasi aktif melalui farmakofor 3D. Disini konformasi yang diharapkan adalah konformasi yang stabil. terimakasih

    BalasHapus
  32. Fungsi Farmakofor :
    Mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    Untuk mengetahui konformasi aktif
    Penting untuk merancang atau mendesign obat
    Penting untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  33. Terimakasih liddini, artikel ini sangat membantu

    BalasHapus
  34. Terimakasih liddini, artikel ini sangat membantu

    BalasHapus
  35. Terimakasih liddini, artikel ini sangat membantu

    BalasHapus
  36. terimakasih ya atas pemaparan materinya, sangat membantu saya dalam mempelajari materi tentang RAPID,

    BalasHapus
  37. Hallo Lid, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4.
    konformasi aktif di adopsi dari suatu obat ketika terikat dengan site target. Identifikasi konformasi aktif melalui farmakofor 3D. Disini konformasi yang diharapkan adalah konformasi yang stabil. terimakasih

    BalasHapus