Sabtu, 01 Desember 2018

PEPTIDA DAN PEPTIDOMIMETIC



Peptida adalah ikatan satu atau lebih asam amino dengan ikatan kovalen. Sebuah peptida dapat melakukan berbagai fungsi dalam tubuh, pada asam amino. Peptida adalah senyawa yang terbentuk dengan menghubungkan satu atau lebih asam amino dengan ikatan kovalen. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai polimer, karena mereka biasanya menghubungkan bersama dalam rantai panjang. Semua binatang di bumi memiliki peptida dalam tubuh mereka, dan dengan cara, mereka adalah salah satu bahan pembentuk kehidupan.
Ketika rantai menjadi terlalu panjang, itu berubah menjadi protein. Peptida dan protein adalah yang memungkinkan isi seluruh dunia, dan banyak ahli biologi molekuler menghabiskan bertahun-tahun meneliti fungsi yang individual untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana tubuh bekerja. Sebuah ikatan kovalen adalah jenis ikatan kimia yang terjadi ketika atom berbagi elektron. Jenis spesifik ikatan kovalen terbentuk dalam senyawa ini dikenal sebagai ikatan peptida atau ikatan amida, dan membentuk ketika gugus karboksil dari satu asam amino menempel pada yang lain. Gugus karboksil adalah cluster karbon, oksigen, dan molekul hidrogen.Klasifikasi senyawa ini sebagai polimer kadang-kadang membingungkan orang yang tidak akrab dengan penggunaan istilah tersebut. Sementara banyak orang yang mengartikan “plastik” ketika mereka menggunakan kata ini, dalam kimia, polimer adalah apapun rantai berulang yang terhubung dengan ikatan kovalen. Polimer bisa sangat kompleks, tidak seperti yang dibayangkan. 
Sebuah peptida dapat melakukan berbagai fungsi dalam tubuh, tergantung pada asam amino yang terlibat. Beberapa dapat mengatur hormon, misalnya, sementara yang lain dapat memiliki fungsi antibiotik. Tubuh juga dilengkapi untuk memecah dan menggunakan kembali senyawa ini; jika seseorang makan daging, misalnya, enzim dalam ususnya memecah protein pada ikatan amida untuk menciptakan berbagai macam peptida yang dapat dicerna atau dikeluarkan, tergantung pada kebutuhan tubuh.
Garis pemisah antara peptida dan protein agak jelas. Protein yang jauh lebih kompleks, karena mereka jauh lebih panjang, dan sebagian besar protein yang dilipat ke dalam struktur yang kompleks untuk mengakomodasi semua asam amino mereka. Sebagai aturan umum, jika lebih dari 50 asam amino yang terlibat, senyawa protein, sedangkan rantai pendek dianggap peptida. Salah satu protein penting di kulit kita adalah kolagen. Kolagen memberikan kulit kita ketebalan dan kekenyalan. Ketika kolagen rusak pada kulit (dari usia dan faktor lingkungan seperti matahari dan stres), keriput terbentuk. Peptida dioleskan pada kulit dapat mengirim sinyal ke kolagen untuk mendorong pembentukan kolagen baru, dan selamat, Anda memiliki penampilan muda, kulit lebih kenyal.


PERTANYAAN
1. Apa perbedaan peptida dengan protein?
2. keunggulan peptida apa?
3. faktor yang menjadi alasan kegagalan peptida?

Atherosclerosis and Antihyperlipidemic Agent



Aterosklerosis juga dikenal sebagai penyakit Vaskuler arteriosclerotic atau ASVD berasaldari bahasa Yunani: athero (yang berarti bubur atau pasta) dan sklerosis (indurasidanpengerasan).  Aterosklerosis atau pengerasan arteri adalah suatu keadaan arteri besar dan kecilyang ditandai oleh deposit substansi berupa endapan lemak, trombosit, makrofag, leukosit,kolesterol, produk sampah seluler, kalsium dan berbagai substansi lainnya yang terbentuk didalam lapisan arteri di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunikamedia.
Aterosklerosis merupakan proses yang berbeda  yang menyerang intima arteri besar dan medium. Perubahan tersebut meliputi penimbunan lemak, kalsium. komponen darah, karbohidratdan jaringan fibrosa pada lapisan intima arteri. Penimbunan tersebut dikenal sebagai aleromaatau plak. Karena aterosklerosis merupakan pe¬nyakit arteri umum, maka bila kitamenjumpainya di ekstremitas, maka penyakit tersebut juga terdapat di bagian tubuh yang lain.(Brunner & Suddarth, 2002).
Pertumbuhan ini disebut dengan plak. Plak tersebut berwarna kuning karena mengandunglipid dan kolesterol. Telah diketahui bahwa aterosklerosis bukanlah suatu proses berkesinambungan, melainkan suatu penyakit dengan fase stabil dan fase tidak stabil yang silih berganti. Perubahan gejala klinik yang tiba-tiba dan tidak terduga berkaitan dengan rupture plak,meskipun rupture tidak selalu diikuti gejala klinik. Seringkali rupture plak segera pulih, dengancara inilah proses plak berlangsung. (Hanafi, Muin R, & Harun, 1997)
Etiologi
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari alirandarah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahanlemak. Pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri.Setiap daerah penebalan yang biasa disebut plak aterosklerotik atau ateroma, terisidengan bahan lembut seperti keju yang mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol,sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan jugaarteri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensidi daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah terbentukateroma.Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateromaterus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapankalsium, sehingga ateroma menjadi rapuh dan bisa pecah. Dan kemudian darah bisa masuk kedalam ateroma yang telah pecah, sehingga ateroma akan menjadi lebih besar dan lebih mempersempit arteri(emboli).
Ada 7 resiko terjadinya peningkatan aterosklerosis yaitu:1.

  • ·         kadar kolesterol darah 
  • ·         Tekanan darah
  • ·         Merokok
  • ·         Resistensi insulin. 
  • ·         Diabetes 
  • ·         Kegemukan atau obesitas 
  • ·         Kurangnya aktivitas fisik 
  • ·         Umur 
  • ·         Riwayat keluarga penyakit jantung dini


Definisi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia adalah suatu kondisi  kadar lipid darah yang melebihi kadar normalnya. Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan karena sering disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia (Kumalasari, 2005).
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah adalah kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara lemak dan protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein yang utama adalah :
1.         Kilomikron
2.         VLDL(Very Low Density Lipoproteins)
3.         LDL (Low Density Lipoproteins)
4.         HDL(High Density Lipoproteins)

Klasifikasi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia herediter ( hiperlipoproteinemia) adalah kadar kolseterol dan trigliserida yang sangat tinggi, yang sifatnya diturunkan. Hiperlipidemia herediter mempengaruhi system tubuh dalam fungsi metabolisme dan membuang lemak (Balai Informasi Tekhnologi Lipi, 2009). Terdapat 5 jenis hiperlipoproteinemia yang masing-masing memiliki gambaran lemak darah serta resiko yang berbeda :
1.       Hiperlipoproteinemia tipe I
Disebut juga hiperkilomikronemia familial, merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi dan ditemukan pada saat lahir. Dimana tubuh penderita tidak mampu membuang kilomikron dari dalam darah. Anak-anak dan dewasa muda dengan kelainan ini mengalami serangan berulang dari nyeri perut. Hati dan limpa membesar, pada kulitnya terdapat pertumbuhan lemak berwarna  kuning pink (xantoma eruptif). Pemeriksaan darah menunjukkan kadar trigliserida yang sangat tinggi. Penyakit ini tidak menyebabkan terjadi aterosklerosistetapi bisa menyebabkan pankreatitis, yang bisa berakibat fatal Penderita diharuskan menghindari semua jenis lemak (baik lemah jenuh, lemak tak jenuh maupun lemak tak jenuh ganda).


2.      Hiperlipoproteinemia tipe II
Disebut juga hiperkolesterolemia familial, merupakan suatu penyakit keturunan yang mempercepat terjadinya aterosklerosis dan kematian dini, biasanya karena serangan jantung. Kadar kolesterol LDLnya tinggi.
3.      Hiperlipoproteinemia tipe III
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi, yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol VLDL dan trigliserida. Pada penderita pria, tampak pertumbuhan lemak di kulit pada masa dewasa awal. Pada penderita wanita, pertumbuhan lemak ini baru muncul 10-15 tahun kemudian. Baik pada pria maupun wanita, jika penderitanya mengalami obesitas, maka pertumbuhan lemak akan muncul lebih awal. Pada usia pertengahan, aterosklerosis seringkali menyumbat arteri dan mengurangi aliran darah ke tungkai.
4.      Hiperlipoproteinemia tipe IV
Merupakan penyakit umum yang sering menyerang beberapa anggota keluarga dan menyebabkan tingginya kadar trigliserida. Penyakit ini bisa meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis. Penderita seringkali mengalami kelebihan berat badan dan diabetes ringan. Penderita dianjurkan untuk mengurangi berat badan, mengendalikan diabetes dan menghindari alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar lemak darah.
5.      Hiperlipoproteinemia tipe V
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi, dimana tubuh tidak mampu memetabolisme dan membuang kelebihan trigliserida sebagaimana mestinya. Selain diturunkan, penyakit ini juga bisa terjadi akibat :
- Penyalahgunaan alkohol
- Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
- Gagal ginjal
- Makan setelah menjalani puasa selama beberapa waktu.

Hiperlipidemia Sekunder
Hiperlipidemia sekunder merupakan gangguan yang disebabkan oleh faktor tertentu seperti penyakit dan obat-obatan. Beberapa jenis penyakit penyebab hiperlipidemia :
a)     Diabetus melitus

b)     Hipotiroidisme

c)       Sindrom nefrotik

d)     Gangguan hati

e)      Obesitas
Gejala Hiperlipidemia
·         Sakit dada
·         Jantung berdebar
·         Berkeringat
·         Cemas
·         Nafas pendek
·         Hilangnya kesadaran atau kesulitan berbicara atau bergerak
·         Sakit abdominal
·         Kematian mendadak

REFERENCES
Agamemnon Despopoulos, Stefan Silbernagi. 2003. Color Atlas of Physiology. New York.

Thieme e-bookcorwin, Elizabeth J. 2001. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC

Guyton dan Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC
PERTANYAAN
  1. Apa saja pemeriksaan diagnostik pada penderita aterosklerosis?
  2. Bagaimana penatalaksanaan medis dari aterosklerosis?
  3. Bagaimana pengobatan dan pencegahan dari aterosklerosi
  4. Bagaimana mekanisme kerja obat antihiperlipidemia?