Minggu, 10 Februari 2019

Sunscreen Solusi Melindungi Kulit dari Sinar UV

Indonesia merupakan negara tropis yang penuh dengan limpahan sinar matahari sepanjang tahunnya. Sinar matahari sendiri merupakan sumber energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Matahari dapat memancarkan berbagai macam sinar baik yang dapat dilihat (visibel) maupun yang tidak dapat dilihat. Sinar matahari pada umumnya memiliki 3 jenis sinar radiasi yang dibagi berdasarkan panjang gelombangnya: sinar Ultra Violet A (UVA) dengan gelombang panjang (320 – 400 nm), sinar Ultra Violet B (UVB) dengan gelombang pendek(290 – 320 nm), dan sinar Ultra Violet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek (10 – 290 nm)(Isfardiyan dan Safitri, 2014).
Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Di antara semua sinar ultra violet, UVC adalah yang paling merusak. Untunglah, lapisan ozon bumi mampu menghalau sinar UVC sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang masuk. Sinar UVA dan UVB ini juga tidak bebas dari masalah. Untuk mudahnya, bayangkan sinar UVA sebagai UVAging dan UVB sebagai UVBurning. Jika terpapar sinar matahari terlalu lama, UVA akan menembus lapisan kulit lebih dalam dan dapat menyebabkan penuaan kulit berupa keriput dan noda hitam. Menurut penelitian dari World Health Organization, paparan sinar UVA ini bahkan bisa menyebabkan kanker(Isriany, et al.2014).
(Gambar 1.1 Penyerapan Sinar UV pada Kulit)


Jadi, solusi dari permasalahan ini adalah dengan menggunakan tabir surya (sunscreen) yaitu suatu zat atau material yang dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar UV disetiap hari. Sediaan kosmetik tabir surya terdapat dalam bermacam-macam bentuk misalnya lotion untuk dioleskan pada kulit, krim, salep, gel atau spray yang diaplikasikan pada kulit. Sediaan kosmetik yang mengandung tabir surya biasanya dinyatakan dalam label dengan kekuatan SPF (Sun Protecting Factor) tertentu. Nilai SPF terletak diantara kisaran 2—60. Ketika memilih tabir surya, pastikan produknya mengandung label SPF dan PA.
SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVB yang menggelapkan kulit atau membuat kulit menjadi merah, sedangkan PA (Protection Grade of UVA) menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA yang menyebabkan penuaan kulit.
(1.2. Efek pada wajah)
SPF atau Sun Protection Factor dapat dijadikan tolak ukur seberapa lama dan ampuh sunscreen tersebut dapat melindungi kulit dari sinar UV.
Rata-rata waktu aman di bawah sinar UV sebelum kulit terasa terbakar (jika belum memakai sunscreen), yaitu:
1. 10 menit bagi yang memiliki kulit cerah
2. 15 menit bagi yang memiliki kulit sedang
3. 20 menit bagi yang memiliki kulit gelap
Angka dalam SPF menunjukkan berapa kali lipat sunscreen dapat melindungi kulit dengan waktu aman jika tidak memakai sunscreen. Contoh, jika kulit anda cerah dan memiliki sunscreen dengan SPF 25, maka cara menghitungnya adalah 10 menit x SPF 25 = 250 menit (sekitar 4 jam), jadi sunscreen yang Anda kenakan efektif dalam melindungi kulit selama 4 jam. Beda lagi jika Anda memiliki kulit gelap, maka cara menghitungnya adalah 20 menit x SPF 25 = 500 menit (sekitar 8 jam), jadi sunscreen SPF 25 untuk kulit gelap efektif melindungi kulit selama 8 jam (Rochmat, et al. 2014).
SPF juga memiliki skala dalam seberapa besar sunscreen dapat memberikan perlindungan dari sinar UVB.
1. SPF 15 dapat menangkal 93% sinar UVB atau membiarkan 7 dari 100 photon (sel sinar UV) masuk ke dalam kulit
2. SPF 30 dapat menangkal 97% sinar UVB atau membiarkan 3 dari 100 photon masuk ke dalam kulit
3. SPF 50 dapat menangkal 98% sinar UVB
Jadi bisa dilihat bahwa sunscreen SPF 30 hanya memberikan perlindungan 4% lebih besar  dan membiarkan setengah dari photon masuk dibandingkan sunscreen SPF 15. Menggunakan sunscreen dengan SPF lebih besar seperti SPF 50, 75, atau 100 tidak berarti ia dapat melindungi kulit sepenuhnya dari pengaruh sinar UV. Idealnya sunscreen memiliki perlindungan terhadap sinar UV A sebesar 1/3 dari perlindungan terhadap sinar UVB, dan sebagian besar sunscreen SPF besar lebih banyak memberikan perlindungan terhadap sinar UVB dibandingkan UVA. Jadi, pilihlah sunscreen dengan SPF 15 ke 30, gunakan minimal 1 ons untuk melindungi seluruh tubuh dari sinar UV, dan ulangi pemakaian sunscreen tiap 2 jam.
Berikut contoh brand kosmetik yang merupakan sunscreen berlabel SPF dan PA yang dapat kalian temukan di pasaran. So, mulai dari sekarang sayangi dan rawat kulit kalian agar tetap sehat dan cerah!:)


References:
Isfardiyan,S.H dan  Safitri, S.R. 2014. Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol.3 No. 2 Hal: (126-133).

Isriany,I. Handayany,G.N., dan Juliandri,W. 2014. Formulasi dan penentuan nilai SPF sediaan krim tabir Surya ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Jurnal FK UNAM. Vol.2:(1).

Rochmat, A., Pahlevi, R., dan Rohani F.A. 2017. Pengaruh Temperatur Terhadap nilai Sun Protecting Factor (SPF) pada Ekstrak Kunyit Putih Sebagai Bahan Pembuat Tabir Surya Menggunakan Pelarut Etil Asetat dan Metanol. Jurnal Integrasi Proses. Vol. 6:(3)Hal: 143 – 147.