Indonesia merupakan negara tropis yang penuh
dengan limpahan sinar matahari sepanjang tahunnya. Sinar matahari sendiri
merupakan sumber energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Matahari dapat
memancarkan berbagai macam sinar baik yang dapat dilihat (visibel) maupun yang
tidak dapat dilihat. Sinar matahari pada
umumnya memiliki 3 jenis sinar radiasi yang dibagi berdasarkan panjang
gelombangnya: sinar Ultra Violet A (UVA) dengan gelombang panjang (320 –
400 nm), sinar Ultra Violet B (UVB) dengan
gelombang pendek(290 – 320 nm), dan sinar
Ultra Violet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek (10 – 290 nm)(Isfardiyan dan Safitri, 2014).
Semakin pendek gelombang,
semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Di antara semua sinar
ultra violet, UVC adalah yang paling merusak. Untunglah, lapisan ozon bumi
mampu menghalau sinar UVC sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang masuk. Sinar
UVA dan UVB ini juga tidak bebas dari masalah. Untuk mudahnya, bayangkan sinar
UVA sebagai UVAging dan UVB sebagai UVBurning. Jika terpapar sinar matahari terlalu
lama, UVA akan menembus lapisan kulit lebih dalam dan dapat menyebabkan penuaan
kulit berupa keriput dan noda hitam. Menurut penelitian dari World Health
Organization, paparan sinar UVA ini bahkan bisa menyebabkan kanker(Isriany, et al.2014).
![]() |
| (Gambar 1.1 Penyerapan Sinar UV pada Kulit) |
Jadi, solusi dari permasalahan ini adalah dengan
menggunakan tabir surya (sunscreen) yaitu suatu zat atau material yang dapat
melindungi kulit terhadap radiasi sinar UV disetiap hari. Sediaan kosmetik tabir surya terdapat
dalam bermacam-macam bentuk misalnya lotion untuk dioleskan pada kulit, krim,
salep, gel atau spray yang diaplikasikan pada kulit. Sediaan kosmetik yang
mengandung tabir surya biasanya dinyatakan dalam label dengan kekuatan SPF (Sun
Protecting Factor) tertentu. Nilai SPF terletak diantara kisaran 2—60. Ketika
memilih tabir surya, pastikan produknya mengandung label SPF dan PA.
SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan tingkat
perlindungan terhadap UVB yang menggelapkan kulit atau membuat kulit menjadi
merah, sedangkan PA (Protection Grade of UVA) menunjukkan tingkat perlindungan
terhadap UVA yang menyebabkan penuaan kulit.
![]() |
| (1.2. Efek pada wajah) |
SPF atau Sun Protection Factor dapat dijadikan
tolak ukur seberapa lama dan ampuh sunscreen tersebut dapat melindungi kulit
dari sinar UV.
Rata-rata waktu aman di bawah sinar UV sebelum kulit terasa
terbakar (jika belum memakai sunscreen), yaitu:
1. 10 menit bagi yang memiliki kulit cerah
2. 15 menit bagi yang memiliki kulit sedang
3. 20 menit bagi yang memiliki kulit gelap
Angka
dalam SPF menunjukkan berapa kali lipat sunscreen dapat melindungi kulit dengan
waktu aman jika tidak memakai sunscreen. Contoh, jika kulit anda cerah dan
memiliki sunscreen dengan SPF 25, maka cara menghitungnya adalah 10 menit x SPF 25 = 250 menit (sekitar 4 jam), jadi
sunscreen yang Anda kenakan efektif dalam melindungi kulit selama 4 jam. Beda
lagi jika Anda memiliki kulit gelap, maka cara menghitungnya adalah 20 menit x SPF 25 = 500 menit (sekitar 8 jam), jadi
sunscreen SPF 25 untuk kulit gelap efektif melindungi kulit selama 8 jam (Rochmat, et al. 2014).
SPF juga memiliki skala dalam seberapa besar sunscreen dapat
memberikan perlindungan dari sinar UVB.
1. SPF 15 dapat
menangkal 93% sinar UVB atau membiarkan 7 dari 100 photon (sel sinar UV) masuk
ke dalam kulit
2. SPF 30 dapat
menangkal 97% sinar UVB atau membiarkan 3 dari 100 photon masuk ke dalam kulit
3. SPF 50 dapat
menangkal 98% sinar UVB
Jadi bisa dilihat bahwa sunscreen SPF 30 hanya memberikan
perlindungan 4% lebih besar dan membiarkan setengah dari photon masuk
dibandingkan sunscreen SPF 15. Menggunakan sunscreen dengan SPF lebih besar
seperti SPF 50, 75, atau 100 tidak berarti ia dapat melindungi kulit sepenuhnya
dari pengaruh sinar UV. Idealnya sunscreen memiliki perlindungan terhadap sinar
UV A sebesar 1/3 dari perlindungan terhadap sinar UVB, dan sebagian besar
sunscreen SPF besar lebih banyak memberikan perlindungan terhadap sinar UVB
dibandingkan UVA. Jadi, pilihlah sunscreen dengan SPF 15 ke 30, gunakan minimal
1 ons untuk melindungi seluruh tubuh dari sinar UV, dan ulangi pemakaian
sunscreen tiap 2 jam.
Berikut contoh brand kosmetik yang merupakan sunscreen berlabel SPF dan PA yang dapat kalian temukan di pasaran. So, mulai dari sekarang sayangi dan rawat kulit kalian agar tetap sehat dan cerah!:)
References:
Isfardiyan,S.H dan Safitri, S.R. 2014. Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol.3 No. 2 Hal: (126-133).
Isriany,I. Handayany,G.N., dan Juliandri,W. 2014. Formulasi dan penentuan nilai SPF sediaan krim tabir Surya ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Jurnal FK UNAM. Vol.2:(1).
Rochmat, A., Pahlevi, R., dan Rohani F.A. 2017. Pengaruh Temperatur Terhadap nilai Sun Protecting Factor (SPF) pada Ekstrak Kunyit Putih Sebagai Bahan Pembuat Tabir Surya Menggunakan Pelarut Etil Asetat dan Metanol. Jurnal Integrasi Proses. Vol. 6:(3)Hal: 143 – 147.
Isfardiyan,S.H dan Safitri, S.R. 2014. Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol.3 No. 2 Hal: (126-133).
Isriany,I. Handayany,G.N., dan Juliandri,W. 2014. Formulasi dan penentuan nilai SPF sediaan krim tabir Surya ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Jurnal FK UNAM. Vol.2:(1).
Rochmat, A., Pahlevi, R., dan Rohani F.A. 2017. Pengaruh Temperatur Terhadap nilai Sun Protecting Factor (SPF) pada Ekstrak Kunyit Putih Sebagai Bahan Pembuat Tabir Surya Menggunakan Pelarut Etil Asetat dan Metanol. Jurnal Integrasi Proses. Vol. 6:(3)Hal: 143 – 147.


